Pep Lijnders Resmi Gabung Manchester City sebagai Asisten Guardiola
Mantan pelatih Liverpool, Pep Lijnders, telah kembali ke Premier League dan kini bergabung dengan Manchester City sebagai asisten baru Pep Guardiola. Penunjukan ini diumumkan secara resmi pada 11 Juni 2025, menggantikan Juanma Lillo yang meninggalkan klub untuk menangani tim nasional Qatar. Penunjukan ini menjadi bagian dari strategi penting Manchester City dalam menyusun tim pelatih menjelang musim 2025/26 dan turnamen Piala Dunia Antarklub yang akan datang.
Keputusan merekrut Lijnders langsung menarik perhatian luas, mengingat hubungan eratnya dengan Jurgen Klopp dan pengaruh besar yang ia berikan selama bertahun-tahun di Liverpool.
Pengaruh Jurgen Klopp terhadap Karier Pep Lijnders

Bimbingan yang Mengubah Arah Karier
Selama hampir satu dekade bekerja bersama Jurgen Klopp, Pep Lijnders berkembang dari pelatih pengembangan pemain muda menjadi asisten utama di Liverpool. Klopp secara terbuka mengakui kontribusi Lijnders terhadap filosofi taktik dan struktur latihan tim. Ia memuji ide-ide segar yang sering kali menjadi bagian dari perencanaan strategis tim, baik dalam persiapan pertandingan maupun pengembangan jangka panjang.
Salah satu momen yang dikenang adalah saat Klopp mendorong Lijnders untuk tetap percaya pada pendekatan permainannya sendiri, meski menghadapi tekanan eksternal. Nasihat itu kemudian membentuk landasan gaya kepelatihan Lijnders yang mengedepankan pressing kolektif dan permainan cepat dari belakang.
Koneksi Erat Klopp dan Pep Lijnders
Sinergi di Balik Layar
Kedekatan antara Klopp dan Lijnders bukan hanya soal profesionalisme, tetapi juga soal nilai dan filosofi. Di Liverpool, mereka sering kali dianggap sebagai satu paket: Klopp sebagai motivator dan pemimpin utama, sementara Lijnders adalah pemikir taktis dan penyusun sesi latihan yang terperinci.
Keduanya memiliki peran yang saling melengkapi. Klopp kerap menangani dinamika tim dan keputusan strategis utama, sementara Lijnders berperan besar dalam merancang transisi cepat, pola pressing terorganisir, serta pengembangan pemain muda. Ia juga dikenal sebagai sosok penting dalam menghubungkan talenta akademi ke skuad utama.
Dukungan Klopp untuk Langkah Baru
Menariknya, Klopp memberikan dukungan penuh atas keputusan Lijnders bergabung dengan Manchester City, meskipun klub tersebut merupakan pesaing utama Liverpool. Ia tidak melihat hal ini sebagai pengkhianatan, tetapi sebagai peluang bagi Lijnders untuk terus berkembang. Ini mencerminkan penghormatan mendalam antara dua pelatih hebat yang pernah membentuk dinasti di Anfield.
Dampak Penunjukan Pep Lijnders bagi Liverpool

Tambahan Energi Baru untuk Guardiola
Masuknya Lijnders ke jajaran pelatih Manchester City membuka potensi kolaborasi menarik dengan Guardiola. Lijnders dikenal dengan metodologi latihan yang intens dan struktur permainan yang disiplin. Hal ini dinilai cocok dengan filosofi kepemilikan bola dan tekanan tinggi khas Guardiola.
Dengan pengalaman Lijnders menangani liga Inggris serta kompetisi Eropa, ia diharapkan mampu membantu Guardiola menyempurnakan detail kecil dalam permainan City—baik secara taktis maupun psikologis.
Pemahaman Mendalam tentang Sepakbola Inggris
Pengalaman panjang Lijnders di Premier League menjadikannya aset strategis. Ia tahu bagaimana membedah lawan, memahami dinamika klub-klub top Inggris, serta memahami tekanan unik yang menyertai jadwal padat musim domestik. Hal ini sangat penting bagi City yang berambisi meraih semua gelar, termasuk Liga Champions musim depan.
City juga diuntungkan oleh kemampuan Lijnders dalam pengembangan pemain muda. Rekam jejaknya bersama akademi Liverpool dan para lulusan seperti Trent Alexander-Arnold menjadi nilai tambah tersendiri.
Kesimpulan: Strategi Guardiola Tambah Dalam
Penunjukan Pep Lijnders sebagai asisten baru Manchester City bukan sekadar pergantian staf pelatih. Ini merupakan langkah strategis untuk menyuntikkan perspektif baru ke dalam sistem Guardiola, sekaligus mengamankan figur pelatih yang sudah sangat memahami iklim sepakbola Inggris.
Peran Jurgen Klopp dalam perjalanan Lijnders pun tidak bisa diabaikan. Hubungan mentor-murid ini menghasilkan filosofi sepakbola progresif yang kini akan diuji di Etihad Stadium. Kombinasi antara pengalaman Guardiola dan kreativitas Lijnders bisa menjadikan City semakin berbahaya di Premier League maupun panggung Eropa.
