John Aldridge Duka Mendalam Menyelimuti Komunitas Sepak Bola
Mata berkaca-kaca dan suara tercekat, John Aldridge memberikan penghormatan penuh haru untuk Diogo Jota setelah kabar duka yang mengguncang dunia sepak bola pada Kamis lalu. Sejak tragedi tersebut, pikiran mantan striker Liverpool itu dipenuhi oleh kenangan sang penyerang.
Diogo Jota dan saudara kandungnya, Andre Silva, kehilangan nyawa dalam kecelakaan mobil di wilayah utara Spanyol. Peristiwa ini tidak hanya memukul keras keluarga dan rekan-rekan mereka, tetapi juga meninggalkan luka mendalam di hati para pecinta sepak bola. Keduanya telah dimakamkan di Gondomar, Portugal, akhir pekan lalu, disaksikan sebagian besar pemain Liverpool yang hadir memberi penghormatan terakhir.
Gelombang Penghormatan di Anfield
Di luar Anfield, suasana haru tak kunjung surut. Klub memperpanjang waktu buka bagi publik yang ingin menulis pesan duka di buku belasungkawa. Syal, jersey, hingga ribuan pesan tulus membanjiri area luar stadion sebagai bentuk cinta untuk Jota dan keluarganya.
Aldridge, pada Senin pagi, ikut menyumbangkan penghormatan dengan meletakkan karangan bunga atas nama “Forever Reds”, komunitas mantan pemain resmi Liverpool.
Kata-Kata John Aldridge Penuh Emosi di LFCTV

Dalam tayangan khusus penghormatan di LFCTV, Aldridge tampak kesulitan menahan air mata saat mengenang sosok Jota.
“Aku masih terasa seperti mimpi buruk yang belum berlalu,” ucapnya lirih. “Kami semua, mantan pemain, benar-benar terpukul. Tak terbayangkan kehilangan salah satu dari kami—seseorang yang menjadi pahlawan di lapangan.”
Ia juga menyebut bagaimana peristiwa ini mengguncang dirinya sebagai orang tua, memikirkan anak-anak Jota, istrinya, serta orang tuanya.
“Yang datang ke sini bukan hanya memberi hormat, mereka juga butuh ruang untuk memproses rasa duka itu,” lanjutnya.
Mengingat Kembali Kenangan Tragis Serupa
Aldridge membandingkan momen ini dengan suasana pasca tragedi Hillsborough. “Kala itu, seluruh lapangan dipenuhi warna merah, bahkan dari pendukung klub lain. Ada sesuatu yang sangat mendalam dalam solidaritas itu.”
Sambil menunjuk pada tumpukan syal dan bunga di depan stadion, ia berkata dengan suara bergetar, “Inilah yang dilakukan para pendukung sejati—mereka hadir.”
Tantangan Emosional Menanti Tim
Skuad Liverpool dijadwalkan kembali menjalani latihan pramusim pekan ini, dan Aldridge memperkirakan momen itu akan menjadi sangat berat.
“Yang paling terpukul tentu keluarganya. Tapi bagi para pemain, ketika mereka berkumpul kembali dan mendapati satu kursi kosong, itu akan menjadi pukulan emosional yang besar,” ungkapnya.
Meski waktu akan membantu menyembuhkan luka, menurutnya hari-hari awal pascakejadian ini akan terasa sangat sulit.
Warisan Cinta dan Lagu Abadi
Aldridge juga mengenang betapa cintanya Jota terhadap Liverpool dan kota itu.
“Selama beberapa hari terakhir, lagu yang biasa dinyanyikan para fans untuknya terus terngiang di kepalaku. Lagu itu seperti menolak untuk pergi,” katanya.
Ia mengakui bahwa lirik lagu tersebut, yang kini terasa makin dalam maknanya, menggambarkan betapa besar cinta dan penghargaan yang diberikan para penggemar terhadap sosok Jota—bukan hanya sebagai pemain, tapi sebagai pribadi yang dicintai
